Hari ini Sabtu, 28 Januari 2012, hari kedua keja di awal Tahun. Kali ini kebagian Jobs daeraha pelosok dan terpencil @ Desa Pamotan dan Krete Ranggon Kec. Sambeng Lamongan. Saat itu berangkat pkul 08.30. Start dari Joto Kec. Tikung Lamongan, hari itu sangat melelahkan betapa tidak. Jam kerja untuk memenuhi target 200 rumah telah terselesaikan sampai sekitar pkul 17,00 WIB.
Dalam perjalanan Aku dan Kawanku Bams takut, mengapa tidak >? Iya, di sepanjang jalan selalu melewati hutan rimba yang sepi dan jalannya…….aduh……kya makanan nggak enak,hehehe alias rusak parah. Desa pertama yang kami kunjungi adalah Pamotan jauh banget dari peradapan masyarakat kota, hehehe. Untung saja Bams punya kenalan di sana, jadi bisa mampir + tiitp barang. Sebenre Aku juga punya temen di sana, pi dia sibuk dan berada di luar desa, dia ngajar di sekolah, al hasil dia seakan lalai denag temannya, kenapa tidak sms yang ku kirim sangat begitu banyak dan penting. Sampai detik ini (aku menulis ( Senin, 30 Januari) satu pun sms q belum di bales. Itu artinya secara tidak langsung saya mersa dihiraukan. Gak papalah nyantai aja.
Klo saya dapat menyimpulkan kejadian di atas, Keberkahan tidak berasal dari satu temen, tapi banyak teman, bahkan kadang2 teman yang kita anngap Baik pada kita, sebenarnya tidaklah baik pada saat kita membutuhkannya di saat genting dan penting seperti saat itu. Tapi ………… saat itu juga, kadang2 teman yang hanya via sms bahkan belum pernah ketemu atau tatap muka, tingkat kesadaran dan sosialnya tinggi, seperti yang dilakukan temennya mantan temanku ini, @ Bams. Ya sudah lah aku anggap ini sebuah pengalaman yang bisa dijadikan pedoman hidup selanjutnya. Right
Kerja pkul 11.30 dimulai dari rumah teman mantannya temanku Bams, kami di sambut dengan baik di rumahnya apalagi…..emmmmm thank atas jamuan susunya. Kurang lebih satu jam kami selesai dan memperoleh sekitar 40 rumah yang menjadi targer surve kami. Kami lanjutkan ke dusun tetangga sebelah dan pada sekitar pkul 14.00 kami selesaikan 100 rumah.
Perut mulai keroncongan, kami mencari warung, tapi lama mencari tak menemukan 1 pun, akhirnya pas di ujung jalan ada warung kecil, kami coba masuk dan memesan makanan, menu makanan pun tidak ada, hanya mie instan yang disediakan. Tidak pakai lama, “nggak papa wes mie yang penting bisa ngisi energy” kataku. “baiklah” jawab temanku.
Selesai kami makan kami segera bergegas mulai kerja lagi dengan target 100 rumah dengan desa yang berbeda sebelumnya. Kali ini adalah desa Krete Ranggon…….tidak butuh waktu lama, karena di desa ini Aku banyak kenalan dan berawal dari kedekatan personal di daerah tersebut akhirnya terelesaikan juga 100 target, meskipun ada 6 yang belum selesai dan keputusan kami adalah menitipkan pada seorang teman untuk memberikan kalender kepada tetangganya. Manipulasi sedikitpun dilakukan untuk menghindari kemaleman di jalan, maklum…..jalannya sangat miris sekali, Hutan belantara tanpa ada penerangan dan tanpa lampu yang memadai di sepanjang jalannya.
Akhirnya kami pulang dan sampai rumah sekitar pukul 18.30, lelah dan capek isinya, tidurpun tak sengaja. Malam harinya untuk mengikiskan kepenatan aku coba online di café sekitar tempat nginap saya. Online pun selesai sekitar pkul 01.00 dini pagi dan langsung menuju rumah temanq @ Nyak panggilannya. Kasur empuk sudah menanti dan akhirnya ….tidurlah diri ini di atas kecapean dan kelelahan berjalan sehari penuh di bawah terik sinar matahari yang panas.