Pagi itu, ku berjalan melangkahkan kaki, demi ilmu yang harus ku raih,  langkahku sempat terhenti, tak tahu siapa yang kutemui, mulutku seakan terkunci, sebab seorang bidadari tersenyum padaku, mata ini tak ingin berbuat zina, hati pun tak ingin dikuasai nafsu, tetapi bidadari itu selalu hadir dalam anganku, siapakah bidadari itu ?

Tiap waktu, senyumnya selalu menggoda, ku tak tahu apa ini semua, apakah sebuah pertanda, jikalau aku sedang jatuh cinta ? Andai ku bisa bertemu, ku kan balas senyum itu, Ku ingin tahu, siapakah sesungguhnya  bidadari itu?

Pena pun menulis, berharap bertemu, bukan atas kehendak nafsu, namun hati ini tidak bisa ditipu, seakan-akan tersapu-sapu oleh kesucian wajahmu. Hari ini hari yang paling ku nanti, ku mulai belajar kehidupan. Cinta pun mulai tumbuh, tapi….? kemana bidadari itu pergi, jiwa ini tiada guna, hati ini tiada rasa, cinta…..apakah Engkau telah mati?